KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati
Tampilkan postingan dengan label PenyuluhKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PenyuluhKu. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Siapkan Generasi Emas, Penyuluh Ajak Siswa Pelajari Kitab Fiqh Safinatun Naja

Kemranjen - Di tengah kesibukan kegiatan belajar di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau, kajian kitab Safinatun Naja karya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami menjadi salah satu momen penting bagi para santriwati. Miftah mengisi kajian yang memberikan wawasan mendalam tentang fiqh, terutama dalam aspek ibadah yang paling dasar namun krusial bagi setiap muslim. Senin (03/08)



Kajian ini digelar bukan tanpa alasan, di era modern saat ini, banyak masyarakat termasuk generasi muda yang kerap mengabaikan rukun dan syarat sah ibadah akibat minimnya pemahaman dasar syariat. Oleh karena itu, mempelajari Safinatun Naja menjadi krusial sebagai fondasi agar ibadah harian tidak sekadar menjadi rutinitas tanpa makna atau terjebak dalam taqlid (ikut-ikutan) yang keliru. Kitab ini membimbing santri dan santriwati memahami syariat secara sistematis, mulai dari rukun Islam, rukun iman, tata cara bersuci (thaharah), shalat, hingga puasa dan zakat, sehingga ibadah yang dilakukan sah dan bernilai di hadapan Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya , kajian berlangsung secara khidmat dan interaktif di aula pesantren. Miftah membacakan serta membedah matan kitab secara bertahap, lalu mengaitkannya dengan persoalan ibadah praktis sehari-hari yang sering dihadapi para santri dan santriwati. Miftah menekankan keistimewaan kitab ini meskipun ukurannya terbilang tipis. Keberadaannya yang masih terus diajarkan di berbagai penjuru dunia hingga ratusan tahun setelah wafatnya sang pengarang menunjukkan kedalaman ilmu serta keberkahan keikhlasan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami.

Melalui pendekatan dialogis tersebut, kajian ini tak hanya menyalurkan pemikiran ulama yang telah mendedikasikan hidupnya demi kemaslahatan umat, tetapi juga mengajak para santriwati meneladani semangat keikhlasan tersebut dalam perjalanan menuntut ilmu.

Singkatnya, mempelajari Kitab Safinatun Naja di Kemranjen melalui bimbingan Miftah bukan hanya memperkaya pengetahuan fiqh para santri dan santriwati, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap syariat Islam. Ini adalah investasi ilmu yang tak ternilai guna menjaga kualitas ibadah serta melestarikan warisan keilmuan Islam yang agung. (G)

Jumat, 31 Juli 2026

Penyuluh Lakukan Screening BTQ, Tingkatkan Efektifitas Pembelajaran

 


Kemranjen – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), SMP Tamtama Kemranjen melaksanakan kegiatan screening kemampuan siswa baru. Kegiatan ini dilakukan oleh Rofiqoh dan Yono sebagai penguji untuk memetakan kemampuan awal peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih masif, terarah, dan maksimal. Kamis (30/07)

Materi yang diujikan dalam screening meliputi hafalan surat-surat pendek serta kemampuan membaca beberapa ayat Al-Qur'an. Melalui tahapan ini, para siswa dinilai kemampuan membaca, kelancaran, ketepatan tajwid, serta hafalan yang telah dimiliki sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

Yono menyampaikan bahwa hasil screening akan menjadi dasar dalam pengelompokan dan penyusunan strategi pembelajaran BTQ. Dengan demikian, guru dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa sehingga target pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa baru yang mengikuti proses screening dengan antusias. Diharapkan, melalui pemetaan kemampuan sejak awal, pembelajaran Al-Qur'an di SMP Tamtama dapat berjalan lebih efektif serta mampu mencetak peserta didik yang semakin fasih membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur'an.(W)

Bersyukur Adalah Salah Satu Kunci Kesuksesan, Ikhtiyar Penyuluh Bentuk Pribadi Siswa

 Kemranjen – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen melalui Penyuluh Agama Islam, Wafiqul Umam, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) bagi peserta didik SMP Tamtama Kemranjen pada Jumat, bertempat di Musholla Al Latiif, Desa Sidamulya. Kamis (30/07)

Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VIII dan IX, sedangkan pada waktu yang sama siswa kelas VII melaksanakan kegiatan screening potensi sebagai bagian dari pemetaan kemampuan peserta didik dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.

Pada kesempatan tersebut, Wafiqul Umam menyampaikan materi bertema "Bersyukur adalah Kunci Kesuksesan." Ia menegaskan bahwa rasa syukur merupakan salah satu nilai utama dalam ajaran Islam yang mampu membentuk karakter pribadi yang tangguh, optimis, dan berakhlak mulia.
"Bersyukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga ibadah, serta memanfaatkan setiap nikmat Allah SWT untuk hal-hal yang bermanfaat," ungkapnya di hadapan para siswa.

Menurut Wafiqul Umam, peserta didik yang memiliki sikap syukur akan lebih mudah menikmati proses belajar, memiliki semangat untuk terus berprestasi, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.



Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa mengikuti penyuluhan secara tertib dan aktif dalam sesi diskusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran di kalangan peserta didik untuk menjadikan rasa syukur sebagai landasan dalam meraih prestasi, sekaligus memperkuat karakter religius sebagai bekal menghadapi masa depan.(W

Siapkan Generasi Emas, Penyuluh Ajak Siswa Pelajari Kitab Fiqh Safinatun Naja

Kemranjen - Di tengah kesibukan kegiatan belajar di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau, kajian kitab  Safinatun Naja  karya Syekh Sal...