KUA Kemranjen siap untuk melayani anda dengan sepenuh hati

Senin, 03 Agustus 2026

Siapkan Generasi Emas, Penyuluh Ajak Siswa Pelajari Kitab Fiqh Safinatun Naja

Kemranjen - Di tengah kesibukan kegiatan belajar di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau, kajian kitab Safinatun Naja karya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami menjadi salah satu momen penting bagi para santriwati. Miftah mengisi kajian yang memberikan wawasan mendalam tentang fiqh, terutama dalam aspek ibadah yang paling dasar namun krusial bagi setiap muslim. Senin (03/08)



Kajian ini digelar bukan tanpa alasan, di era modern saat ini, banyak masyarakat termasuk generasi muda yang kerap mengabaikan rukun dan syarat sah ibadah akibat minimnya pemahaman dasar syariat. Oleh karena itu, mempelajari Safinatun Naja menjadi krusial sebagai fondasi agar ibadah harian tidak sekadar menjadi rutinitas tanpa makna atau terjebak dalam taqlid (ikut-ikutan) yang keliru. Kitab ini membimbing santri dan santriwati memahami syariat secara sistematis, mulai dari rukun Islam, rukun iman, tata cara bersuci (thaharah), shalat, hingga puasa dan zakat, sehingga ibadah yang dilakukan sah dan bernilai di hadapan Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya , kajian berlangsung secara khidmat dan interaktif di aula pesantren. Miftah membacakan serta membedah matan kitab secara bertahap, lalu mengaitkannya dengan persoalan ibadah praktis sehari-hari yang sering dihadapi para santri dan santriwati. Miftah menekankan keistimewaan kitab ini meskipun ukurannya terbilang tipis. Keberadaannya yang masih terus diajarkan di berbagai penjuru dunia hingga ratusan tahun setelah wafatnya sang pengarang menunjukkan kedalaman ilmu serta keberkahan keikhlasan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami.

Melalui pendekatan dialogis tersebut, kajian ini tak hanya menyalurkan pemikiran ulama yang telah mendedikasikan hidupnya demi kemaslahatan umat, tetapi juga mengajak para santriwati meneladani semangat keikhlasan tersebut dalam perjalanan menuntut ilmu.

Singkatnya, mempelajari Kitab Safinatun Naja di Kemranjen melalui bimbingan Miftah bukan hanya memperkaya pengetahuan fiqh para santri dan santriwati, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap syariat Islam. Ini adalah investasi ilmu yang tak ternilai guna menjaga kualitas ibadah serta melestarikan warisan keilmuan Islam yang agung. (G)

Jumat, 31 Juli 2026

Penyuluh Lakukan Screening BTQ, Tingkatkan Efektifitas Pembelajaran

 


Kemranjen – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), SMP Tamtama Kemranjen melaksanakan kegiatan screening kemampuan siswa baru. Kegiatan ini dilakukan oleh Rofiqoh dan Yono sebagai penguji untuk memetakan kemampuan awal peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih masif, terarah, dan maksimal. Kamis (30/07)

Materi yang diujikan dalam screening meliputi hafalan surat-surat pendek serta kemampuan membaca beberapa ayat Al-Qur'an. Melalui tahapan ini, para siswa dinilai kemampuan membaca, kelancaran, ketepatan tajwid, serta hafalan yang telah dimiliki sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

Yono menyampaikan bahwa hasil screening akan menjadi dasar dalam pengelompokan dan penyusunan strategi pembelajaran BTQ. Dengan demikian, guru dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa sehingga target pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa baru yang mengikuti proses screening dengan antusias. Diharapkan, melalui pemetaan kemampuan sejak awal, pembelajaran Al-Qur'an di SMP Tamtama dapat berjalan lebih efektif serta mampu mencetak peserta didik yang semakin fasih membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur'an.(W)

Bersyukur Adalah Salah Satu Kunci Kesuksesan, Ikhtiyar Penyuluh Bentuk Pribadi Siswa

 Kemranjen – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen melalui Penyuluh Agama Islam, Wafiqul Umam, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) bagi peserta didik SMP Tamtama Kemranjen pada Jumat, bertempat di Musholla Al Latiif, Desa Sidamulya. Kamis (30/07)

Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VIII dan IX, sedangkan pada waktu yang sama siswa kelas VII melaksanakan kegiatan screening potensi sebagai bagian dari pemetaan kemampuan peserta didik dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.

Pada kesempatan tersebut, Wafiqul Umam menyampaikan materi bertema "Bersyukur adalah Kunci Kesuksesan." Ia menegaskan bahwa rasa syukur merupakan salah satu nilai utama dalam ajaran Islam yang mampu membentuk karakter pribadi yang tangguh, optimis, dan berakhlak mulia.
"Bersyukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga ibadah, serta memanfaatkan setiap nikmat Allah SWT untuk hal-hal yang bermanfaat," ungkapnya di hadapan para siswa.

Menurut Wafiqul Umam, peserta didik yang memiliki sikap syukur akan lebih mudah menikmati proses belajar, memiliki semangat untuk terus berprestasi, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.



Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa mengikuti penyuluhan secara tertib dan aktif dalam sesi diskusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran di kalangan peserta didik untuk menjadikan rasa syukur sebagai landasan dalam meraih prestasi, sekaligus memperkuat karakter religius sebagai bekal menghadapi masa depan.(W

Senyum Manis Mas Penghulu Mengantarkan Keabsahan Ikatan Pernikahan

 Kemranjen – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti prosesi akad nikah pasangan May dan Amsari yang diselenggarakan di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen. Dengan senyum hangat dan penuh ketulusan, Penghulu KUA Kemranjen memimpin jalannya akad nikah hingga kedua mempelai resmi terikat dalam ikatan suci perkawinan. Kamis (30/07)



Prosesi ijab kabul berlangsung dengan khidmat di hadapan keluarga, saksi, dan para tamu undangan. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, senyum manis sang penghulu menjadi simbol kebahagiaan atas lahirnya sebuah keluarga baru yang telah memperoleh pengakuan agama dan negara melalui pencatatan pernikahan di KUA.

Dalam kesempatan tersebut, penghulu juga menyampaikan nasihat perkawinan agar kedua mempelai senantiasa menjaga komitmen, saling menghormati, memperkuat komunikasi, serta menjadikan rumah tangga sebagai tempat tumbuhnya kasih sayang, ketenangan, dan keberkahan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

KUA Kemranjen terus berkomitmen memberikan pelayanan kepenghuluan yang profesional, humanis, dan penuh kehangatan, sehingga setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan dapat merasakan pelayanan terbaik pada momen istimewa dalam kehidupan mereka.(W)

Urgensi Keyakinan dan Saling Memahami Antar Pasangan

 


Kemranjen – Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, melaksanakan pencatatan perkawinan sekaligus memimpin prosesi akad nikah pasangan berbahagia di Desa Petarangan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur, disaksikan oleh keluarga, kerabat, serta para tamu undangan. Kamis (30/07)

Dalam kesempatan tersebut, Apriliyanto menyampaikan nasihat perkawinan yang menitikberatkan pada pentingnya membangun rumah tangga di atas fondasi ketauhidan. Menurutnya, keyakinan yang kuat kepada Allah SWT akan menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berumah tangga.

"Rumah tangga yang kokoh lahir dari pasangan yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, menjadikan iman sebagai landasan dalam setiap langkah, serta menghadirkan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.

Selain itu, Apriliyanto juga mengingatkan kedua mempelai agar selalu saling memahami, menghargai, dan menjaga komunikasi. Perbedaan karakter hendaknya disikapi dengan kesabaran dan musyawarah, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan penuh kasih sayang.

Pencatatan perkawinan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Kemranjen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap pernikahan tercatat secara resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Diharapkan, pasangan pengantin dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta menjadi keluarga yang membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.(W)

Printer Baru, Upaya Tingkatkan Semangat Pelayanan yang Cepat dan Tepat

 Kemranjen – KUA Kemranjen terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan uji coba printer baru yang merupakan hibah dari Bimas Islam Kementerian Agama. Kamis (30/07)

Uji coba perangkat tersebut dilaksanakan di ruang Front Office KUA Kemranjen oleh Sigit Panuntun, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, bersama petugas Front Office, Ismi. Pengujian dilakukan untuk memastikan printer berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam mendukung berbagai layanan administrasi kepada masyarakat.



Dengan hadirnya printer baru ini, proses pencetakan berbagai dokumen pelayanan diharapkan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien. Keberadaan perangkat tersebut juga menjadi bagian dari upaya KUA Kemranjen dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, prima, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menyampaikan bahwa optimalisasi fasilitas pelayanan merupakan bentuk komitmen KUA dalam memberikan pelayanan terbaik. Bantuan hibah dari Bimas Islam diharapkan dapat menunjang kelancaran pelayanan administrasi di Front Office sehingga masyarakat memperoleh layanan yang semakin mudah, cepat, dan nyaman.

Melalui peningkatan sarana pendukung ini, KUA Kemranjen terus berkomitmen mewujudkan pelayanan yang modern, responsif, dan berkualitas sesuai dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.(W)

Selasa, 20 Januari 2026

Selamat Jalan Wahai Sahabat

Hari ini, Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 wib kabar mengejutkan datang menghampiri kita. Sore hari, melalui Grup WA, kami menerima berita duka bahwa Bapak Iqbal Husain, LC, Kepala/Penghulu KUA Purwokerto Utara, telah mengalami kecelakaan motor dari arah alasmalang-wijahan dan dilarikan ke Rumah Sakit Medika Lestari Buntu Kemranjen. Rasa khawatir dan harapan bersatu dalam benak kami, namun tak lama setelah itu, berita yang lebih memilukan tiba, Bapak Iqbal Husain telah meninggal dunia.

Dalam momen penuh rasa duka ini, air mata tak tertahan mengalir. Harapan untuk kesembuhan lenyap seiring dengan hilangnya sosok yang begitu berarti bagi banyak orang. Kami teringat akan kebijaksanaan dan dedikasi Bapak Iqbal dalam menjalankan tugasnya, serta betapa hangat dan sabarnya ia menghadapi setiap tantangan. Dalam hati, kami berdoa, "Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun, semoga Engkau Khusnul Khotimah wahai sahabatku."

Kehilangan seorang sahabat seperti Bapak Iqbal bukanlah hal yang mudah. Namun, di tengah kesedihan ini, kita perlu berpegang pada keyakinan bahwa setiap jiwa yang pergi telah kembali kepada Tuhan-Nya. Semoga Bapak Iqbal Husain mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarganya yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan yang mendalam ini.

Kita akan selalu mengenang kebaikan dan jasa-jasanya dalam menjalani kehidupan ini. Selamat jalan wahai sahabat, pertemuan kita di dunia ini hanyalah sementara. Kita akan berjumpa kembali di Jannah-Nya, tempat yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan abadi. Mari kita panjatkan doa bagi beliau dan semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan hidupnya. (@)

Senin, 19 Januari 2026

Kepak Sayap Dakwah Penyuluh Agama: Dukung Ketahanan Pangan

Kemranjen - Dalam era modern seperti sekarang, peran Penyuluh Agama Islam semakin luas dan beragam. Tidak hanya terpaku pada bimbingan dan penerangan agama sesuai dengan PMA nomor 24 Tahun 2024, tetapi juga turut serta dalam berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu contoh konkret dari multiperan Penyuluh Agama adalah kegiatan yang dipimpin oleh Miftah di Desa Grujugan, Kemranjen, yang fokus pada ketahanan pangan. Senin (19/01/26)

Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap isu ketahanan pangan dengan melaksanakan program penanaman melon di Desa Grujugan. Program ini tidak hanya sekadar kegiatan pertanian, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, Penyuluh Agama berfungsi sebagai jembatan antara ajaran agama dan praktik sehari-hari yang bermanfaat bagi kehidupan umat.

Sugeng Susyanto, Kepala Desa Grujugan, memberikan apreasi yang tinggi atas inisiatif ini. Dukungan dari pemerintah desa sangat penting untuk kesuksesan program ketahanan pangan ini. "Alhamdulillah, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen semakin memberikan dampak nyata kepada umat dan masyarakat, melalui kegiatan dan program yang ada," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga agama dan pemerintah desa dapat menciptakan sinergi yang positif dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Kegiatan penanaman melon ini memiliki banyak manfaat. Pertama, kegiatan ini akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan keterampilan baru dalam bertani, yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Penanaman melon juga dapat menjadi sumber pangan yang bergizi, sehingga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Dengan berbagai peran yang dijalankan, Penyuluh Agama Islam tidak hanya menjadi pencerah dalam aspek spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti ketahanan pangan. Upaya Miftah dan dukungan dari komunitas setempat menjadi contoh inspiratif bagi kita semua. Seiring dengan semakin kompleksnya tantangan di masyarakat, keberadaan Penyuluh Agama yang aktif dan responsif menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan mandiri. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, harapannya adalah terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (mf)

KUA Layani Konsultasi Nikah Luar Negeri

Kemranjen - KUA Kemranjen menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang memerlukan informasi seputar layanan konsultasi nikah luar negeri. Dengan semangat untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan humanis, KUA Kemranjen menyambut setiap pengunjung yang datang dengan hangat. Senin (19/01/26)

Setibanya di KUA, Munir dan Titi langsung merasakan atmosfer ramah yang tercipta berkat keramahan frontliner KUA yang menyapa mereka dengan 3 S (Salam, Senyum, dan Sapa). Sikap ini tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung, tetapi juga menunjukkan komitmen KUA Kemranjen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Frontliner yang bertugas dengan sepenuh hati ini memastikan bahwa setiap orang yang datang mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan.

Usai mendapatkan sambutan hangat, Munir dan Titi diteruskan untuk berbincang dengan Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Dalam pertemuan ini, Apriliyanto menjelaskan secara mendetail tentang layanan yang mereka butuhkan, yakni Surat Keterangan Pernikahan untuk nikah luar negeri. Penjelasan ini merujuk pada Peraturan Menteri Agama nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan, yang memiliki ketentuan khusus terkait proses dan syarat yang harus dipenuhi.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menjelaskan setiap langkah yang diperlukan untuk mendapatkan surat tersebut, serta dokumen-dokumen apa saja yang harus disiapkan. Komunikasi yang terbuka dan informasi yang jelas ini membuat pasangan yang sedang merencanakan pernikahan luar negeri merasa lebih siap dan percaya diri dalam menjalani proses administratif yang dibutuhkan.

Dalam sesi penutupan, Titi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan dan pelayanan baik yang mereka terima. "Terima kasih atas sambutan dan pelayanan KUA Kemranjen yang baik, informasi yang kami dapat akan kami tindaklanjuti,” ucap Titi dengan senyum puas. Ungkapan ini mencerminkan betapa pentingnya pelayanan yang baik dan responsif dalam membantu masyarakat.

KUA Kemranjen tidak hanya sekadar penyedia layanan administrasi, tetapi juga sebagai mitra dalam setiap langkah penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan dedikasi untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan humanis, KUA Kemranjen menunjukkan bahwa pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna layanan. Melalui pendekatan yang ramah dan profesional, KUA Kemranjen siap membantu masyarakat dalam setiap kebutuhan, terutama bagi mereka yang berencana melaksanakan pernikahan luar negeri. (is)

Peran Vital Penyuluh Agama dalam Menguatkan Jaring Pengaman Sosial di Kemranjen


Banyumas - Penyuluh agama memiliki peran krusial dalam membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan sosial yang terus meningkat, upaya kolaboratif dari berbagai pihak menjadi sangat penting. Salah satu pendekatan yang diambil oleh Miftahudin, Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen, adalah mengoptimalkan bantuan dari berbagai sumber dana, seperti Zakat, Infaq, dan Shodaqoh. Senin (19/01/26)

Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) memiliki peran sentral dalam pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh. Melalui organisasi-organisasi ini, masyarakat didorong untuk menyalurkan dana mereka dengan lebih efektif dan terarah. Dengan demikian, orang-orang yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Pemahaman dan edukasi mengenai fungsi dan manfaat dari lembaga-lembaga tersebut sangat penting agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam program-program sosial ini.

 Miftahudin menyadari betapa pentingnya keaktifan ASN KUA dalam membantu masyarakat di tingkat desa. Hal ini termasuk pemantauan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa. Pada tanggal 19 Januari 2026, beliau berpartisipasi dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Desa Grujugan Kemranjen. Melalui forum ini, beliau memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang kurang mampu.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, juga memberikan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya peran aktif dalam mengawal program-progam yang ditujukan kepada masyarakat bawah. "Kita harus berperan aktif dalam mengawal program yang sasarannya masyarakat bawah, agar tepat sasaran dan memiliki dampak yang positif untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka," tegasnya. Kolaborasi antara penyuluh agama, pemerintah desa, dan lembaga amil zakat sangat vital untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi mereka.

Membantu sesama melalui jalur yang berbeda adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan bersama. Dengan adanya mekanisme yang jelas dan partisipasi aktif dari semua pihak, kita dapat memperkuat jaringan dukungan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu. Melalui upaya gerilya penyuluh agama dan kerjasama antara pemerintah dan lembaga amil zakat, harapan untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat dapat terwujud. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bantuan yang ada dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan. (aaa)

Dari Berkas Hingga Digital: Transformasi Pengelolaan Wakaf Berkat Dedikasi Penyuluh Agama


 Purwokerto - Dalam masyarakat kita, wakaf bukan hanya sekadar praktik keagamaan, tetapi juga sebuah amanah yang memiliki tanggung jawab besar. Melalui wakaf, harta yang disumbangkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi umat. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan wakaf menjadi penting untuk memastikan bahwa amal jariyah ini dapat terus berjalan. Senin (19/01/26)

Di Kecamatan Kemranjen, peran Penyuluh Agama Islam, sangat vital dalam mengoptimalkan pelaksanaan wakaf. Dengan dedikasi dan komitmen tinggi, Yono mengambil tanggung jawab besar dalam mengawal setiap proses wakaf, mulai dari pengumpulan berkas hingga penerbitan Akta Ikrar Wakaf oleh KUA. Tugas ini bukanlah hal mudah, tetapi dengan kemampuan IT yang mumpuni serta usia yang relatif muda, Yono membuktikan bahwa generasi baru dapat berkontribusi lebih dalam pengelolaan wakaf.

Hari ini, Yono melaksanakan revalidasi di rumah Basuni, Ta'mir Masjid Nur Amanah Desa Pageralang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses dan berkas wakaf yang sedang diurus telah memenuhi syarat yang ditetapkan. "Sinergi yang positif antar generasi sangat diperlukan agar saling melengkapi," ungkap Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Sinergi ini tidak hanya berkaitan dengan pengalaman di lapangan, tetapi juga integrasi dengan aplikasi terkini seperti e-AIW (elektronic Akta Ikrar Wakaf) dari Kementerian Agama.

Kemajuan teknologi informasi membawa tantangan dan peluang tersendiri dalam pengelolaan wakaf. Yono menunjukkan bahwa pengalaman yang dimiliki para senior di bidang ini harus dipadukan dengan kemampuan teknologi yang dimiliki generasi muda. Melalui aplikasi terkini, proses pengurusan wakaf dapat dilakukan dengan lebih efisien dan transparan, sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam wakaf. Penerapan teknologi ini merupakan langkah maju dalam menjaga amanah wakaf yang harus dijaga bersama.

Wakaf adalah amanah yang membutuhkan perhatian penuh dari semua pihak. Dedikasi Yono dan sinergi antara generasi tua dan muda merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memperkuat pengelolaan wakaf. Dengan memanfaatkan pengalaman dan aplikasi terkini, kita dapat memastikan bahwa wakaf tetap menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat. Mari terus jaga amanah ini demi kebaikan bersama! (pyn)

Doa sebagai Landasan Spiritual: Pesan Kepala untuk Pegawai KUA

Kemranjen - Semangat pagi di KUA Kemranjen, Kabupaten Banyumas, selalu dipenuhi atmosfer yang positif. Seluruh jajaran ASN dan pegawai berkumpul untuk mengikuti rutinitas apel pagi. Dalam kegiatan ini, Kepala KUA, Apriliyanto, memimpin apel dengan penuh semangat dan dedikasi. Senin (19/01/26)

Dalam amanatnya, Apriliyanto menekankan pentingnya menyeimbangkan tugas dan ibadah. Menurutnya, pengabdian kepada umat dan negara harus dilakukan dengan sepenuh hati. "Kinerja yang hebat akan menjadi lebih bermakna jika dibarengi dengan ibadah yang tulus," ungkapnya. Dia mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas, disiplin, dan meningkatkan etos kerja. Namun, ia juga mengingatkan agar tidak melupakan sisi ibadah yang menjadi sumber kekuatan batin dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah tentang doa mengawali kerja di KUA Kemranjen. Doa tidak hanya menjadi tradisi, tetapi menjadi landasan spiritual dalam menghadapi setiap tantangan pekerjaan. Dengan berdoa, pegawai diharapkan mampu mengurangi sifat marah, menahan emosi, dan memperbanyak permohonan kepada Allah SWT. Apriliyanto berharap bahwa dengan ketulusan dalam beribadah, keberkahan akan datang bagi seluruh pegawai dan masyarakat sekitar.

Apel pagi ini bukanlah sekadar rutinitas; ia menjadi momen refleksi diri bagi pegawai KUA Kemranjen. Kehadiran pemimpin yang memberikan teladan baik dalam aspek spiritual maupun profesional merupakan motivasi untuk memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas. Ini adalah langkah menuju birokrasi yang melayani sepenuh hati dan diridhai Ilahi.

Dengan semangat pagi tersebut, KUA Kemranjen berkomitmen untuk mewujudkan nilai-nilai Kementerian Agama yang moderat dan solutif. Semoga setiap hari dimulai dengan doa dan keikhlasan, membawa keberkahan, kebermanfaatan, dan keberhasilan bagi semua. Akhir kata, mari kita jadikan semangat dan nilai-nilai ini sebagai pedoman dalam setiap langkah kita. Dengan menyeimbangkan tugas dan ibadah, kita tidak hanya melayani masyarakat dengan baik, tetapi juga mendapatkan berkah dari Allah SWT. (aaa)

Minggu, 18 Januari 2026

ASN KUA Emban Misi Ganda sebagai Pelayan Negara dan Pelayan Umat

Banyumas - Dalam era yang semakin kompleks ini, peran ASN di KUA tidak hanya terbatas pada tatanan administratif. ASN KUA, khususnya di Kecamatan Kemranjen, dituntut untuk menghadirkan dampak positif baik di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat. Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, dengan tegas menyampaikan pentingnya nilai pengabdian, integritas, dan kepedulian sosial dalam menjalankan tugas. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai peran ganda ASN KUA dalam pengabdian mereka. Minggu (18/01/26)

Dalam menghadapi tantangan zaman, ASN KUA Kemranjen diharapkan untuk tidak hanya kuat secara formal dan administratif. Lebih dari itu, mereka harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apriliyanto menegaskan, setiap ASN memiliki dua dimensi pengabdian: sebagai pelayan negara dan masyarakat serta sebagai pelayan umat. Kedua peran ini perlu dijalankan seimbang agar dapat memberikan kontribusi maksimal di tengah masyarakat.

Program KUA Berdampak menjadi landasan bagi ASN KUA Kemranjen untuk berkontribusi aktif di berbagai lingkungan. Mereka diajak untuk mendedikasikan potensi diri, bukan hanya di kantor tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar. Ini berarti bahwa ASN harus senantiasa menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan sikap peduli melalui aksi nyata, dan terlibat dalam kegiatan sosial serta keagamaan.

Ning Zulaikha, salah satu ASN di KUA Kemranjen, merupakan contoh teladan dalam penerapan arahan tersebut. Sebelum bergabung sebagai ASN, beliau sudah aktif dalam organisasi keagamaan, seperti Muslimat NU Kecamatan Kemranjen. Kegiatan semacam ini tidak hanya mendukung pengembangan diri, tetapi juga memperkuat citra positif KUA di mata masyarakat.

Keterlibatan ASN KUA Kemranjen dalam kegiatan sosial sangat penting. Keberadaan mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memberi dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Melalui tindakan nyata, seperti menyelenggarakan acara keagamaan dan kegiatan sosial, ASN KUA Kemranjen dapat menunjukkan kepedulian pada isu-isu yang dihadapi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak yang menekankan arti penting keterlibatan ASN dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Citra positif KUA Kemranjen di mata masyarakat sangat bergantung pada sejauh mana ASN melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Keberhasilan ASN KUA Kemranjen dalam menjalankan peran ganda mereka dapat menjadi contoh bagi instansi lain. Dengan memberikan manfaat nyata, ASN bukan hanya sebagai pegawai negeri, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menggerakkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Peran ganda ASN KUA di Kecamatan Kemranjen sebagai pelayan negara dan masyarakat, serta pelayan umat, adalah sebuah tantangan sekaligus peluang. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ASN KUA dapat berkontribusi secara signifikan di lingkungan kerja dan masyarakat. Implementasi program KUA Berdampak tidak hanya sekadar misi, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen ASN KUA dalam menciptakan perubahan yang positif. Keberadaan mereka diharapkan mampu membawa dampak yang luas, menjadikan mereka teladan dan penggerak bagi masyarakat serta menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. (nz)

Aktif di Kantor dan Mengabdi Lewat Muslimat NU

Purwokerto - Di tengah kesibukan sebagai ASN KUA Kemranjen, Rofiah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Ia tidak hanya fokus pada pekerjaan administratif di kantor, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Keterlibatan Rofiah dalam pengajian rutin merupakan salah satu contoh nyata bagaimana ASN KUA dapat berperan ganda dalam mengabdi kepada masyarakat dan agama. Minggu (18/01/26)

Rofiah berpartisipasi dalam kegiatan Pengajian Rutin Ahad Kliwon yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, Rofiah berkontribusi terhadap pembinaan spiritual dan sosial di komunitasnya.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap keaktifan ASN KUA Kemranjen, khususnya Ibu Rofiah. “Saya mengapresiasi keaktifan Ibu Rofiah dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat, sehingga ASN KUA benar-benar menjadi manusia yang terbaiki, yaitu bermanfaat bagi lingkungan,” tegas Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen. Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran ASN KUA dalam menciptakan dampak positif di masyarakat.

Dengan sikap rendah hati dan komitmen yang tinggi, Rofiah menjadi teladan bagi rekan-rekannya di instansi pemerintah. Ia membuktikan bahwa sebagai ASN, kita tidak hanya bertugas dalam lingkup kantor, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Dalam konteks ini, ASN KUA tidak hanya berfungsi sebagai pelayan administrasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berperan aktif dalam memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.

Aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh Rofiah menunjukkan bahwa ASN KUA dapat menjadi manusia terbaik dengan bermanfaat bagi masyarakat dan agama. Dengan demikian, pengabdian seperti yang dilakukan oleh Rofiah sangat penting dalam membangun karakter ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak mulia. Semoga contoh kepemimpinan dan pengabdian ini dapat menginspirasi ASN lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan yang mendukung nilai-nilai keagamaan dan kebaikan sosial. (aaa)

Bertemu dengan Senior: Ajang Serap Ilmu dan Pengalaman

Banyumas - Ditengah kesibukannya sebagai Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto menyempatkan diri untuk bertemu dengan salah satu pensiunan yang sangat berpengalaman, Tohari. Pertemuan ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan emas untuk meningkatkan kompetensi dari pengalaman senior yang dimiliki oleh Tohari. Minggu (18/01/26)

Dalam dunia kerja, terutama di sektor pelayanan publik seperti Kementerian Agama, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Tohari, yang telah mengabdi selama puluhan tahun, memiliki banyak cerita dan pelajaran yang bisa dipetik. Dari pertemuan tersebut, Apriliyanto menyampaikan betapa pentingnya dedikasi dan loyalitas dalam bekerja. Menurut beliau, sikap ini adalah fondasi utama bagi setiap pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Salah satu poin menarik yang dibagikan oleh Tohari adalah tentang ketulusan dan kejujuran dalam pengabdian. Dalam setiap langkah yang diambil, beliau menekankan bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika adalah kunci untuk membangun kepercayaan di antara rekan kerja dan masyarakat. Ini adalah pelajaran yang sangat relevan dan patut dicontoh, terutama bagi para generasi muda yang baru memulai karir mereka.

Melalui pertemuan ini, Apriliyanto tidak hanya menyerap informasi berharga, tetapi juga termotivasi untuk menerapkan prinsip-prinsip yang disampaikan oleh Tohari dalam tugas sehari-harinya. Beliau merasa bahwa pengalaman senior dapat menjadi peta jalan yang membantu meningkatkan kompetensi diri dan tim. Bisnis dan lembaga pemerintah perlu memahami bahwa pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman nyata seringkali lebih mendalam dibandingkan teori yang diajarkan di kelas.

Kesempatan untuk belajar dari para senior adalah sesuatu yang harus dimanfaatkan dengan baik. Pertemuan antara generasi muda dan senior seperti ini dapat menciptakan sinergi yang positif, di mana pengetahuan dan pengalaman saling mengisi. Apriliyanto berharap, lebih banyak pertemuan serupa akan dilakukan agar semangat untuk belajar dan berbagi dapat terus berkembang di lingkungan KUA  Kemranjen.

Akhir kata, bertemu dengan senior seperti Tohari bukan sekadar kegiatan biasa. Ini adalah investasi berharga bagi masa depan, di mana pengalaman dan kebijaksanaan senior mampu memberikan panduan yang jelas untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan publik yang lebih baik. (aaa)

Kamis, 15 Januari 2026

Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih Menjalani Hari Bahagia di KUA Kemranjen

Kemranjen – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen saat pasangan pengantin baru, Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih, menjalani hari bersejarah mereka. Pasangan yang telah menunggu momen sakral ini dengan penuh harap tiba di KUA, dengan hati yang berbunga-bunga menantikan prosesi akad nikah yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB.

Setelah melalui proses pengecekan berkas secara teliti dan dinyatakan lengkap oleh petugas, prosesi akad nikah pun dilaksanakan dengan suasana khidmat. Wali dari pengantin pria, dalam kesempatan tersebut, mengucapkan ijab kabul yang disambut dengan penuh kekhidmatan oleh Umam yang menjawab Qobul. Saksi-saksi yang hadir turut menyatakan sahnya pernikahan tersebut, menandai babak baru dalam kehidupan pasangan muda ini.




Momen bahagia ini disertai tangis haru dari keluarga dan kerabat yang hadir, sebagai bentuk syukur atas keberhasilan perjuangan cinta keduanya yang penuh rintangan. Perjalanan cinta Syafaul dan Riris selama ini dikenal tidak mulus; keduanya harus menghadapi berbagai tantangan baik dari segi jarak maupun faktor eksternal lainnya. Meski demikian, tekad mereka untuk bersatu tetap kokoh hingga akhirnya hari bahagia itu tiba.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, turut memberikan pesan bijak kepada kedua mempelai serta seluruh hadirin. Ia menyampaikan bahwa “Perjuangan menuju halal yang kalian jalani adalah berat, tapi lebih berat lagi adalah menjaga keluarga yang akan dan sedang kalian bangun. Maka tetaplah bersama dalam suka maupun duka, saling mendukung, saling menguatkan, dan jangan saling melemahkan.” Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa pernikahan bukan hanya tentang momen bahagia di hari H, melainkan juga tentang komitmen jangka panjang untuk saling menjaga dan memperkuat satu sama lain.

Pengalaman pribadi selama bertugas di KUA Kemranjen menunjukkan bahwa banyak pasangan muda seperti Syafaul dan Riris yang menghadapi berbagai tantangan sebelum akhirnya meraih kebahagiaan. Data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pernikahan di Indonesia meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya persiapan mental dan spiritual sebelum menikah. Bimwin pra-nikah serta dukungan dari keluarga menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlangsungan rumah tangga yang harmonis.

Prosesi akad nikah hari ini menjadi contoh nyata bahwa meskipun perjalanan menuju pernikahan penuh liku-liku, keteguhan hati dan doa restu dari keluarga mampu mengantarkan pasangan ke pelaminan dengan lancar dan penuh berkah. Semoga pernikahan Syafaul Umam dan Riris Tri Kusumaningsih menjadi awal dari kehidupan baru yang penuh cinta, saling menghormati, dan saling mendukung dalam membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah. (aaa)

Calon Pengantin Serbu KUA Kemranjen, Pemeriksaan Menjelang Nikah Tetap Padat Jelang Sore

Kemranjen, Banyumas – Aktivitas pemeriksaan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen hari ini berlangsung cukup padat. Meski waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, sejumlah pasangan yang akan menikah tetap antusias mengikuti proses pemeriksaan berkas, validasi data, serta mendapatkan bimbingan perkawinan mandiri. (15/01)

Dari pantauan di lapangan, sejumlah calon pengantin yang datang hari ini menegaskan komitmen mereka untuk menjalani proses pernikahan sesuai prosedur yang berlaku. Salah satu pasangan yang turut hadir adalah Irfan Tauhid dan Siti Kholina, yang merencanakan akad nikah pada hari Jumat, 30 Januari 2026 di kediaman mempelai perempuan di Sirau Kemranjen. Kehadiran mereka menjadi bukti pentingnya persiapan matang dalam menyambut hari bahagia tersebut.

Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan dan validasi data merupakan tahap krusial agar seluruh dokumen dan administrasi kepernikahan berjalan lancar dan sah secara hukum. “Proses ini tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi juga sebagai langkah memastikan bahwa kedua mempelai memenuhi syarat dan tidak ada kendala hukum yang bisa menghambat pernikahan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Apriliyanto menambahkan bahwa pemberian bimbingan perkawinan sangat penting dalam membangun pondasi rumah tangga yang kokoh. Ia menekankan aspek kesiapan mental dan emosional pasangan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berumah tangga. Dalam sesi bimbingan tersebut, peserta diajarkan tentang pengelolaan keuangan keluarga secara bijaksana serta strategi menyelesaikan konflik secara damai dan efektif.

Pengalaman pribadi dari petugas KUA menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya persiapan pernikahan yang matang. Banyak pasangan yang aktif mengikuti seluruh rangkaian proses ini demi memastikan masa depan rumah tangga mereka berjalan harmonis dan penuh kebahagiaan.

Dengan kegiatan pemeriksaan calon pengantin yang terus berlangsung hingga sore hari ini, diharapkan semua proses administrasi dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak ada hambatan saat hari H nanti. Pemerintah melalui lembaga keagamaan seperti KUA terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan panduan lengkap dan profesional dalam menjalani fase penting kehidupan ini.

Secara keseluruhan, kegiatan pemeriksaan calon pengantin di Kemranjen hari ini mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan pernikahan yang sah secara hukum maupun spiritual. Melalui validasi data serta bimbingan perkawinan yang mendalam, diharapkan pasangan-pasangan seperti Irfan Tauhid dan Siti Kholina dapat memulai perjalanan hidup baru mereka dengan fondasi yang kuat dan penuh kesiapan. (aaa)


Penyuluh Agama Ajak Jamaah Jaga Lisan dan Istiqomah Pasca Taubat


Purwokerto – Dalam upaya meningkatkan kesadaran spiritual di masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kemranjen, Miftahudin, kembali melakukan bimbingan dan penyuluhan agama (bimluh) di Majlis Darul Ilmi Purwokerto pada Rabu (14/01). Kali ini, beliau mengambil tema yang sangat penting terkait taubat, berdasarkan kitab *Nashoihul ‘Ib?d* karya Imam Nawawi.

Dalam sesi tersebut, Miftahudin menjelaskan enam tanda taubat yang diterima menurut para ulama, yang menjadi pedoman penting bagi umat. Pertama, dia menekankan pentingnya kesadaran akan dosa. Seorang hamba harus selalu waspada, menyadari bahwa ia bisa terjatuh kembali ke dalam kesalahan. Kedua, perasaan sedih harus lebih mendominasi dibandingkan dengan rasa gembira—hal ini menunjukkan ketulusan hati dalam memikirkan keselamatan di akhirat.

Selanjutnya, Miftahudin mengingatkan tentang pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan menjauhi lingkungan yang buruk demi menjaga istiqamah. Di antara tanda taubat yang lain adalah cara pandang terhadap dunia dan akhirat; seorang mukmin seharusnya memandang dunia sebagai sesuatu yang kecil dan akhirat sebagai tujuan utama yang lebih besar. Fokus pada kewajiban syariat dan tidak khawatir terhadap hal-hal yang telah Allah jamin juga menjadi aspek penting yang ditekankan.

Tanda terakhir yang Miftahudin sampaikan adalah menjaga lisan. Beliau mengingatkan jamaah untuk menghindari berbicara sia-sia yang dapat mengantarkan mereka pada maksiat. Suasana bimluh dipenuhi dengan khidmat dan antusiasme, di mana para jamaah berharap materi yang disampaikan dapat memotivasi mereka untuk memperbaiki diri.

Dengan penuh harapan, Miftahudin menekankan untuk tidak menunda-nunda taubat dan terus bersikap istiqamah dalam berbuat baik. "Semoga Allah menerima taubat kita, dan menjadikan hidup kita lebih terarah menuju ridha-Nya," pungkas beliau. (glh)


Peran Penyuluh Agama dalam pembinaan umat sangatlah krusial, terutama dalam membimbing mereka agar selalu berada di jalan yang benar dan sesuai dengan ajaran agama. Gaya bimbingan yang hangat dan penuh perhatian dari Miftahudin diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi jamaah dalam perjalanan spiritual mereka.

Perkuat Literasi Qur'ani: Bimbingan Penyuluh KUA Kemranjen Beri Bekal Tahsin Dini di MI Banyumas

Banyumas – Baru-baru ini, MI Nurul Falah sukses menjadi tuan rumah dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam (bimluh) yang dipandu oleh Miftahudin, penyuluh agama Islam dari Kemranjen. Dalam acara yang berlangsung pada Rabu (14/01) ini, tema yang diangkat adalah tahsin, atau perbaikan bacaan Al-Qur’an, yang sangat penting bagi siswa-siswa madrasah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi Qur'ani di kalangan generasi muda.

Sesi bimluh ini dilaksanakan di laboratorium agama dekat area madrasah, menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan kondusif. Metode yang digunakan adalah sorogan, di mana setiap siswa berkesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Dengan bimbingan langsung dari pemateri, makhraj dan tajwid para siswa diperbaiki. Proses ini menghasilkan pengalaman belajar yang khidmat dan mendalam, karena siswa mendapatkan perhatian penuh saat mereka membaca.

Nailin, seorang guru kelas di MI Nurul Falah, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi KUA Kemranjen dalam program bimluh ini. “Kami sangat berterima kasih atas dasar ilmu agama yang diberikan. Semoga anak-anak kami semakin terbekali dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkapnya, menunjukkan antusiasme dan harapan akan kemampuan bacaan murid-muridnya.

Program bimluh yang diadakan oleh KUA Kemranjen diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an sejak dini, sekaligus memperkuat pondasi keagamaan peserta didik. Hal ini sejalan dengan komitmen KUA Kemranjen dalam mendukung pendidikan akhlak dan literasi Qur’ani di lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami Al-Qur'an, tetapi juga mencintainya, sehingga tumbuh sebagai generasi yang cinta Al-Qur'an.

Dengan langkah-langkah seperti ini, kita bisa memastikan bahwa nilai-nilai agama dapat tertanam dengan baik dalam diri anak-anak kita, serta membekali mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Peran penyuluh agama seperti Miftahudin pun sangat krusial dalam proses ini, sebagai penggerak yang membantu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap Al-Qur'an. (mf)


Nasehat Kang Penghulu : Harus Saling agar Keluarga Bahagia

Kemranjen - Pernikahan adalah salah satu momen paling berharga dalam hidup seseorang. Begitu juga dengan Paul (21 tahun) dan Ratna (16 tahun) yang baru saja mengucapkan janji suci di depan para saksi dan Kang Penghulu, Apriliyanto, di Balai Nikah KUA Kecamatan Kemranjen pada tanggal 15 Januari. Momen bahagia ini menjadi awal dari perjalanan baru mereka, sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan harapan. Dalam suasana yang penuh kebahagiaan itu, Kang Penghulu memberikan nasehat penting untuk bekal Paul dan Ratna dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Salah satu inti dari nasehat Kang Penghulu adalah pentingnya rasa saling di antara pasangan. "Harus ada rasa saling di antara kalian berdua," ungkap Kang Penghulu. Rasa saling ini meliputi menjaga komitmen, saling mendukung visi, cinta, dan menghormati satu sama lain. Komunikasi yang baik harus terus dijaga agar keduanya bisa saling memahami dan membantu satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam pernikahan, rasa saling ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Paul dan Ratna yang menikah di usia muda tentunya akan menghadapi berbagai tantangan tersendiri. Perbedaan karakter, emosi yang masih labil, hingga kontrol ego menjadi bagian dari dinamika rumah tangga mereka. "Emosi yang masih labil juga menjadi tantangan," tambah Kang Penghulu. Di sinilah pentingnya kedewasaan dalam bersikap dan berkomunikasi. Mereka harus belajar untuk saling mendengarkan dan menemukan jalan tengah dalam setiap perselisihan yang mungkin terjadi.

Kang Penghulu menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Setiap pasangan pasti akan menghadapi perbedaan pendapat, namun cara menghadapinya akan menentukan keberhasilan hubungan mereka. Dengan mengedepankan musyawarah, Paul dan Ratna diharapkan dapat mencari solusi bersama yang terbaik, tanpa harus meninggalkan rasa hormat satu sama lain. Ini adalah kunci untuk menciptakan suasana harmonis di dalam rumah tangga.

Setelah memberikan nasehat, Kang Penghulu pun melantunkan doa untuk pasangan muda ini. "Semoga keduanya betul-betul bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rohmah," ujarnya. Doa tersebut menjadi harapan bagi semua yang hadir, agar Paul dan Ratna menjadi orang tua yang bijak dan dikaruniai anak-anak yang sholih/sholihah sebagai generasi Islam yang kuat. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.

Dengan bekal nasehat yang dalam dan penuh makna ini, Paul dan Ratna diharapkan dapat menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Mengingat bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang, rasa saling, komunikasi yang baik, dan musyawarah adalah kunci untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Selamat menempuh hidup baru, Paul dan Ratna! (aaa)


Siapkan Generasi Emas, Penyuluh Ajak Siswa Pelajari Kitab Fiqh Safinatun Naja

Kemranjen - Di tengah kesibukan kegiatan belajar di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau, kajian kitab  Safinatun Naja  karya Syekh Sal...